Breaking News

Thursday, February 17, 2011

Keamanan Data pada Proses Pengiriman


Untuk menjaga keamanan dan kerahasiaan data dalam suatu jaringan, maka diperlukan suatu teknik untuk melindungi data. Kriptografi merupakan suatu bidang pengetahuan yang mengetengahkan penggunaan persamaan matematis untuk melakukan proses enkripsi maupun deskripsi data. Teknik ini digunakan untuk mengkonversi data dalam kode-kode tertentu  (enkripsi) agar data yang ditranmisikan melalui internet tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak. Orang yang berhak akan memiliki kunci untuk mengkonversi kembali kedalam bentuk yang dapat dibaca (deskripsi).
Kriptografi modern menyediakan bebrapa fungsi keamanan data dan informasi (Onno W. Purbo, 2001). antara lain : fungsi enkripsi, tanda tanga digital dan aturan dalam pembentukan kunci.




Ada banyak standar enkripsi yang telah dibuat oleh para ahli. Tujuannya adalah mengubahsuai data dengan kode-kode tertentu agar tidak dapat dibaca atau dimengerti dan diubahsuai oleh sembarang orang, kecuali hanya untuk penerima yang berhak saja. Berikut ini adalah beberapa jenis standar bentuk enkripsi data konvensional yang secara umum telah digunakan.

1. Caesar Cipher
Standar Caesar Cipher memiliki tabel karakter sandi yang dapat ditentukan sendiri. Ketentuan itu berdasarkan suatu kelipatan tertentu. MIsalnya tabel karakter sandi memiliki kelipatan empat dari tabel karakter aslinya :


Sehingga jika dikirimkan kata "transaksi", maka kata tersebut akan menjadi "wudqvdnvl". Ketentuantabel karakter sandi dapat diubah sesuai dengan jumlah kelipatan dari huruf aslinya.

2. Letter Map
Standar letter map menggunakan tabel korespondensi yang dipilih secara sembarang, misalnya :


sehingga jika dikirmkan kata "saya" maka kata tersebut akan menjadi "jgxg" pada saat dikirmkan.

3. Transposition cipher
Standar transpotition cipher menggunakan huruf kunci yang diberi nama dan nomor kolom sesuai dengan urutan huruf pada huruf kunci tersebut, misalnya ditentukan huruf kunci adalah ALBERTUS akan digunakan untuk megirimkan berita "kirimkan uang sebesar dua juta dolar ke bank Swiss dengan nomor tabungan tiga nol lima"

Pada saat dikirmkan, berita tersebut menjadi "kustesnua msulknrnl abjrwaaim ignoneoal iaaabsonn keaasgtti neukinbga rnrdadmgo".

Masih banyak lagi teknik enkripsi yang lebih modern, yang memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi untuk dibongkar oleh orang yang tidak berhak, seperti metode RSA yang diciptakan oleh Ron Rivest. Adi Shamir dan Leonard Adleman ; Elgamal yang diciptakan oleh Elgamal dan Digital Signature Algoritm (DSA) yang diciptakan oleh David Kravitz.

Permasalahan lain yang muncul berkaitan dengan proses kriptografi adalah pengiriman kunci yang akan digunakan untuk melakukan deskripsi. Tanpa kunci tersebut, maka informasi yang dienkripsi tidak dapat dibaca oleh penerima. Agar kunci diterima dan digunakan oleh orang yang benar-benar berhak, maka perlu dilakukan proses autentikasi dan otorisasi melalui digital signature.

No comments:

Post a Comment

Designed By